Pahami Polis Asuransi, Isi dan Fungsinya Sebelum Membeli Salah Satu Produknya!

Pahami Polis Asuransi, Isi dan Fungsinya Sebelum Membeli Salah Satu Produknya!

Risiko terjadi secara tidak terduga dan dapat menimbulkan kerugian finansial. Untuk memitagasi kerugian finansial, maka dibutuhkan asuransi.

Dalam asuransi, banyak istilah-istilah yang perlu Anda perhatikan, salah satunya polis asuransi. Meski terdengar familiar, masih banyak yang belum paham apa itu polis.

Keberadaan polis ini penting, mengingat seluruh hak dan kewajiban kedua belah pihak tercantum di dalamnya. Bahkan, banyak nasabah asuransi merasa tertipu karena kurangnya pemahaman isi polis, itulah kenapa polis asuransi wajib dipelajari.             

Nah, untuk mengetahui detail polis asuransi, maka Anda bisa membacanya lebih lanjut dalam artikel berikut. Sementara itu, jika masih bingung membeli produk proteksi di mana, maka bisa memilih jenis asuransi terbaik online.

Seperti diketahui, asuransi online merupakan produk asuransi yang bisa diperoleh secara online. Baik asuransi dalam format konvensional yang dijual secara online dan polis asuransi dalam format digital.

Mengenal Apa Itu Polis Asuransi

Polis asuransi merupakan kontrak perjanjian tertulis antara perusahaan asuransi dengan nasabah pengguna layanan asuransi.

Polis asuransi memuat perjanjian pengalihan risiko, syarat-syarat, dan komitmen kedua belah pihak, termasuk ketetapan pembayaran premi. Polis asuransi merupakan bukti tertulis yang sah dan terikat hukum.

Nasabah yang membeli asuransi apapun, kelak disebut pemegang polis. Sehingga bisa dikatakan pemegang polis adalah nasabah yang sudah menjadi tanggungan asuransi dan menyetujui isi polis disebut.

Misalnya, dalam dokumen polis asuransi mobil diberikan keterangan beragam risiko kerusakan yang ditanggung.

Bagi nasabah yang mobilnya mengalami kerusakan yang ditulis dalam polis, maka perusahaan atau pihak penyedia asuransi mobil wajib membayarkan klaim kepada nasabah tersebut.

Begitu juga sebaliknya, saat nasabah menuntut klaim atas kerusakan yang tidak termasuk dalam perjanjian, perusahaan asuransi tidak wajib memberikan pertanggungan atau ganti rugi sebagaimana dalam polis, tidak disebutkan pertanggungan kerusakan yang dimaksud.

Dasar Hukum Polis Asuransi

Dasar hukum penyelenggaraan polis asuransi tertuang dalam pasal 35 poin (1) sampai (5) Undang-Undang 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, yang pada intinya mengatur beberapa hal sebagai berikut.

Setiap anggota perusahaan asuransi wajib menjadi pemegang polis.

Keanggotaan asuransi akan berakhir ketika anggota meninggal dunia, tidak lagi memegang polis dari perusahaan yang bersangkutan selama 6 bulan berturut-turut, atau sesuai ketentuan perundang-undangan memang harus berakhir.

Selain itu, aturan-aturan hukum lain yang dijadikan dasar dalam pengadaan polis asuransi adalah KUHD Bab 9 Pasal 246 dan Fatwa MUI Nomor 21/DSN-MUI/X/2001.

Sesuai aturan tersebut, berikut ini adalah 5 hal yang perlu diperhatikan ketika membaca polis asuransi:

  1. Data diri pemegang asuransi dan tertanggung asuransi
  2. Manfaat asuransi dan risiko yang dikecualikan
  3. Ketentuan pembayaran premi dan tata cara klaim
  4. Biaya dan ilustrasi nilai asuransi
  5. Hak dan kewajiban beserta ketentuan lainnya.

Isi Polis Asuransi

Sebelum menandatangani polis asuransi, pastikan Anda melihat klausula di dalamnya, yaitu yang terdiri dari:

  • Jangka waktu berlakunya pertanggungan asuransi.
  • Risiko-risiko yang ditanggung oleh perusahaan asuransi.
  • Manfaat apa saja yang diperjanjikan.
  • Cara pembayaran, tenggang waktu jatuh tempo, dan periode yang diakui sebagai saat penerimaan premi.
  • Kurs dan mata uang yang digunakan apabila klaim atau pembayaran premi dilakukan tidak menggunakan rupiah.
  • Kebijakan dan konsekuensi apabila pembayaran premi melewati jatuh tempo.
  • Perhitungan dividen dan nilai tunai jika diperlukan.
  • Klausula yang digunakan ketika perusahaan, peserta, pemegang polis, atau tertanggung ingin menghentikan pertanggungan, termasuk di dalamnya mengenai sebab-sebab dan syarat.
  • Tata cara pengajuan klaim, bukti pendukung, dan syarat-syaratnya.
  • Langkah-langkah pembayaran dan penyelesaian klaim.
  • Klausula mengenai penyelesaian sengketa, memuat yurisdiksi dan mekanisme di dalam maupun di luar pengadilan.

Fungsi Polis Asuransi

Polis menjadi bukti kerja sama dari pemegang polis ataupun perusahaan yang berisikan hak dan kewajiban pihak masing-masing.

Pemegang polis memiliki kewajiban untuk membayar premi. Dari situ, dia memiliki hak untuk mengajukan klaim sesuai dengan kesepakatan tertulis di dalamnya.

Polis biasanya memang berupa buku yang cukup tebal. Sayangnya, masih banyak yang tidak mempelajari buku polis asuransi. Padahal, dari buku tersebut bisa diketahui apa saja hak dan kewajiban yang akan diterima olehmu.

Pemegang polis juga bisa mengetahui beberapa poin penting. Misalnya, ada nilai pengurangan dalam asuransi kendaraan bermotor. Kemudian, dalam contoh polis asuransi kesehatan, terdapat istilah excess atau selisih nominal.

Mekanisme tersebut sudah diatur dalam polis tanpa harus bertanya kepada agen atau mencari-cari informasi dari luar.

Semua kerugian yang terjadi, besar atau kecil diatur dalam polis. Pemegang polis memiliki kesempatan untuk mempelajari atau bahkan menolaknya jika tidak sesuai dengan skema premi yang dibayarkan.

Fungsi polis juga termasuk jaminan bagi kedua belah pihak, baik untuk pemegang polis maupun pihak perusahaan. Kerugian yang ditimbulkan, tapi tak diatur dalam polis sudah menjadi tanggung jawab pribadi pemegang polis.

Polis asuransi adalah hal yang sangat penting dalam layanan asuransi. Fungsinya sudah jelas, melindungi setiap hak dan kewajiban nasabah serta pihak perusahaan asuransi. Berikut rincian fungsinya untuk kedua pihak.

Fungsi Polis bagi Pemegang Polis

  • Menjadi alat bukti tertulis atas jaminan penanggungan atas  risiko sekaligus penggantian kerugian, di mana kerugian tersebut tertulis dalam polis.
  • Menjadi bukti pembayaran premi yang diberikan kepada pihak perusahaan asuransi selaku penanggung.
  • Menjadi bukti otentik untuk menuntut perusahaan asuransi jika ada kelalaian pemenuhan jaminan.

Fungsi Polis bagi Perusahaan Asuransi

  • Menjadi tanda terima premi asuransi yang dibayarkan oleh pemegang polis.
  • Menjadi bukti tertulis atas jaminan yang diberikan kepada pemegang.

Itulah pengertian, isi, dan fungsi polis asuransi yang penting dipahami sebelum memiliki salah satu produknya. Semoga bermanfaat!

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.